Mengejar SRK – Malaysia

Setelah menembus awan diketinggian 3600 kaki diatas permukaan laut dan menempuh perjalanan sepanjang 795 mil akhirnya kami tiba di bandara LCCT Malaysia pukul 10.30 WIB (waktu Malaysia 1 jam lebih awal dibanding Indonesia). Saat mendarat kami mendapatkan info kalau Shah Rukh Khan sudah tiba di hotel dan melakukan serangkaian wawancara televisi. Setelah melalui imigrasi, kami pun langsung bergegas menuju counter ‘Fast Train’.

Pukul 11.30 WIB bus mengantar kami ke Stasiun Salak Tinggi, sekitar 15 menit kami menunggu kereta di stasiun dengan rasa cemas. Cemas karena rasa takut kehilangan moment melihat SRK di Hotel. Akhirnya kereta tiba dan membawa kami ke KL Sentral dengan kecepatan 160 km/jam, kereta yang membawa kami itu sebenarnya cepat, tapi ntah kenapa kami merasa berjam-jam berada di dalam kereta, mungkin karena kita pengen buru-buru sampai ya Rukhster 🙂

Setengah jam kemudian kami tiba di KL Sentral, dan masih harus melakukan satu perjalanan lagi, yaitu menuju Hotel Ritz Carlton. Untuk mempersingkat waktu kami memutuskan untuk naik taxi, sambil berjalan cepat dan melihat papan arah menuju pemberhentian taxi, kami menelusuri KL Sentral dan akhirnya merasa putus asa saat melihat antrian taxi yang cukup panjang, mau ga mau kita harus tetap antri.

Saat dalam antrian kami baru sadar ternyata kami belum memiliki tiket dan tiket tersebut  harus dibeli disalah satu counter terminal besar itu, stress rasanya melihat waktu yang terus berjalan dan kami masih stuck  di KL Sentral. Akhirnya salah satu dari kami langsung berlari mencari counter pembelian tiket, sedangkan yang lainnya tetap berada dalam antrian. Antrian semakin maju dan makin dekat giliran kami untuk mendapatkan taxi, tapi tiket belum juga kami pegang. Alhamdulillah beberapa menit kemudian salah satu dari kami datang membawa tiket taxi tepat pada waktunya. Setelah sampai diantrian paling depan ternyata kami masih harus menunggu lagi taxi yang tak kunjung datang, padahal sebelumnya kami lihat orang lain dengan mudah mendapatkan taxi, “ok…ok….ini cobaan” pikir kami yang saat itu sedang berusaha untuk menenangkan hati yang resah.

Finally si Mobil merah (taxi) datang, kami langsung masuk dan memberikan tiket kepada supir sambil berkata

“Ritz Carlton” . Lagi-lagi kami mendapat cobaan,  rasanya ingin sekali kami locat dari mobil itu dan mencari taxi lain. Si supir tidak tahu dimana letak Hotel Ritz Carlton, sedangkan kita sudah bayar ongkos perjalanan sebelumnya saat pembelian tiket, dan coba Rukhster bayangin supir yang membawa kami itu adalah pria kelahiran tahun 1935, Ya Allah!!….kalo seandainya dia tidak tahu dan lupa jalan, kami bisa diajak nyasar, trus kapan sampainya ke Hotel?

Dengan resah gelisah, kacau balau, campur aduk, plussss melewati jalanan yang cukup macet, akhirnya pukul 13.30 dengan mengadalkan GPS kami tiba di hotel dan langsung Check In, kami mulai merasa deg-deg an saat itu karena tahu Shah Rukh Khan ada di gedung yang sama dengan kami. Petugas hotel memberi tahu kalau kamar kami ada di Lantai 11, di dalam Lift kami hanya bertanya-tanya dalam hati dilantai berapakah Shah Rukh Khan berada saat itu.

Sesampainya di kamar kami langsung meletakkan barang bawaan kami. Koper, ransel kami letakkan bukan pada tempatnya,  lalu mengambil plakat Kristal yang kami bawa dan bergegas kembali turun ke Lobby dengan harapan kami bisa bertemu SRK disana. Kami berjumpa dengan beberapa teman asal Malaysia yang juga menunggu Shah Rukh Khan. Kami bertanya kepada salah satu diantara mereka apakah sudah ada yang melihat SRK saat masuk hotel? Ternyata belum ada yang melihat.. #huuffff  Thank God berarti kita belum kehilangan moment itu.

Tidak seperti waktu di Indonesia, tidak banyak fans yang datang pada hari itu, bisa dihitung dengan jari, mungkin karena itu mereka bebas menunggu di lobby hotel. Pukul 3 sore, mulai terlihat lalu lalang orang memasuki hotel dengan menggunakan name tag, membawa kamera, ternyata mereka adalah wartawan yang diundang ke press conference. Saat itu, berkat menguping salah satu resepsionis hotel kami dapat info kalau press con akan diadakan di lantai 1, pukul 4 sore.

Bermodal nekat kami coba naik, tapi saat baru saja kami melangkahkan kaki di lantai satu kami dihadang security berbadan besar, ia bertanya kami hendak kemana, spontan kami bilang mau ke lantai 11 dan security itu langsung mengantar kami ke lift, “lewat sini”  katanya …… Hmmm misi gagal

Akhirnya kami kembali ke lobby bergabung bersama fans yang lain, 2 fans dari Malaysia saat itu mendapat kemudahan untuk masuk ke ruang press con dengan bantuan salah satu staff temptation, tinggalah kami berempat duduk ga jelas di lobby, diam dan berpikir apa yang harus kami lakukan dengan plakat ini, gimana cara menyampaikannya, macem-macem deh yang ada dipikiran kita saat itu.

Lantai satu disterilkan tidak ada yang boleh berada disana tanpa kartu pass. Selama berada di Lobby, kami hanya duduk dan hampir putus asa, sampai pada akhirnya timbul niat untuk menitipkan plakat tersebut ke orang-orang terdekat Shahrukh. Kami sama sekali ga punya akses untuk masuk, dan tidak tahu harus bagaimana, melihat penjagaannya saat itu kami merasa kemungkianan untuk bertemu SRK sangat kecil.

Di Lobby orang yang paling sering kami lihat adalah Ali Morani, dia yang mengurus segala keperluan konser Temptation. Waktu itu kami sudah memutuskan, ‘ok’  saya akan bicara kepada Ali Morani dan memberi tahukannya maksud dan tujuan kami datang, tapi Mister yang satu ini ga berhenti bicara di telp, ga sopan kan kalo kita tegur saat dia melakukan aktifitas?? Dan ……misi gagal lagi.

Akhirnya kita putuskan untuk kembali ke kamar skitar pukul lima sore, sebelum menuju ke kamar saya menekan tombol lift ke lantai satu untuk melihat situasi apakah seluruh lantai satu masih disterilkan, TERNYATA!!………….security yang tadinya berkumpul di depan lift sudah tidak terlihat. Kita urungkan niat untuk melanjutkan ke lantai 11, dan melangkah dan memulai misi yang baru ……. Menyusup lantai satu dan mencari dimana ruang press con berada.

Setelah menelusuri lorong dengan harap-harap cemas akhirnya kami melihat sebuah ruangan yang di jaga ketat oleh beberapa security berbadan besar, ruangan itu namanya Cobalt dan disitulah Shah Rukh Khan mengadakan press conference. Disebelah kanan ruangan press con terdapat sofa yang lumayan besar, kita memberanikan diri untuk duduk disiitu.

Rencana selanjutnya adalah menitipkan plakat ini kepada tim SRK, ntah itu Arun, Pooja atau Raj. Dengan memberanikan diri, saya berusaha untuk melewati ruang press con sambil melihat ke arah dalam, tiba-tiba Nety teriak dan menghampiri, “jihannnnnn …. ga liat??? Barusan yang lewat di depan lo tuh Pooja!”

Haduh!!  Bener-bener ga liat, padahal pooja jalan berpas-pasan dengan saya, tapi mungkin karena hati dan pikiran ada dibalik dinding press con jadi sama sekali ga merhatiin sekitar. Dan Pooja pun lepas dari pandangan mata….lagi-lagi gagal!

Kami bertiga kembali duduk di sofa dan tidak lama kemudian salah seorang security meminta kami untuk pindah dan berdiri disisi kiri ruang press con. Ok, demi kelangsungan kami disana, kami menuruti apa yang security minta. Kami pun berdiri di sisi kiri. Pada dasarnya, security justru memberikan kami posisi paling pas untuk bisa melihat kebagian dalam ruang tersebut, dari situ kami bisa melihat lebih dulu siapa yang akan keluar.#cukupberuntung

Di depan ruang press con itu hanya kami bertiga, di ujung lorong ada fans SRK  yang tertahan security dan tidak bisa mendekati ruang press con. Kami mulai merasa memiliki keberuntungan saat itu, jadi apapun yang security minta pasti kita turuti. Kami berusaha tenang, diam dan membaca situasi.

Lalu kami melihat Raj, hair stylishnya SRK, “buruan plakatnya titip ke Raj…..”  k ata teh susi. Raj berdiri tepat didepan kami, tapi ntah kenapa berat banget rasanya untuk manggil Raj, akhirnya Raj pun berlalu.

Terus terang saat itu yang bikin berat adalah kami ingin menyampaikan plakat ini langsung ke tangan Shah Rukh Khan. Ok, akhirnya kita kembali ke rencana awal, kita usaha lagi untuk menunggu, tapi kalau sampai keesokan harinya plakat ini belum bisa kami berikan, kami baru akan menitipkannya untuk disampaikan ke Shah Rukh Khan.

Kami lihat beberapa wartawan mulai meninggalkan ruangan,  petugas restoran keluar masuk ke dalam ruang press con, dan ternyata lagi ada acara makan malam di dalam. Tidak lama kemudian, keluar Yoyo Honey Singh, salah satu di antara kami berusaha untuk mengambil gambar Yoyo tapi malah di tegur oleh security, “no camera!”  katanya…… Ok Ok….. No problem, selagi bukan SRK kita pasti nurut.

Yoyo meninggalkan ruang press con dan disusul oleh Madhuri Dixit. Saat Madhuri keluar ruangan, fans SRK yang berdiri di lorong depan berteriak-teriak…..”shahhh rukhhhhh…..shah rukhhhh”…… jantung kita mulai bedetak lebih cepat dari sebelumnya. Posisi fans SRK yang lain itu berdiri pas dibelakang kita, jaraknya sekitar 10 meter kebelakang. Karena teriakan mereka akhirnya kami dapat ide dan menyusun rencana, rencananya adalah saat Shah Rukh keluar nanti kami berusaha untuk tidak berteriak, biar fans yang dibelakang itu yang memanggil Shah Rukh, dan saat SRK menoleh kebelakang kami akan angkat hadiah yang kami bawa supaya dilihat oleh SRK.

Salah satu tujuan kami tidak berteriak adalah supaya bodyguard yang berkeliaran disitu tidak mengamankan dan menjauhkan kami dari Shah Rukh. Kami mencoba untuk stay cool and behave (padahal sih!! Cuma Allah yang tahu perasaan kita saat itu). Yoyo Honey Sing keluar dari pintu tepat dimana kita berdiri, begitu juga dengan Madhuri Dixit, dan itu artinya Shah Rukh Khan akan melalui pintu yang sama.

Semua berjalan sesuai rencana…….  sekitar 15 menit setelah Madhuri keluar, kami melihat sosok orang yang paling kami tunggu berjalan mendekati pintu keluar ruang press con. Dengan setelan jas, kemeja putih,, dikelilingi oleh Bodyguard, saya hanya bisa menyikut tangan nety dan bilang…….”ituuu diaaaa….itu diaaaa ”.

Tiga bodyguard langsung berdiri dihadapan kami. Saat pertama kali melihat Shah Rukh, cuma satu saya ucapkan dalam hati “Ya Allah mudahkanlah kami…..”. Plakat Kristal udah siap ditangan sejak tadi, Fans Shah Rukh di ujung lorong mulai berteriak, sehingga menarik perhatian Shah Rukh, saya saat itu hanya melambaikan plakat, Nety melambaikan box yang beirsi kaos Rukhster dan teh susi memegang hadiah yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari, sebuah bantal. Kami melambaikan apa yang kami bawa tanpa berteriak, 🙂 lebih tepatnya sih kami berteriak dalam hati …. Lol

Shah Rukh melambaikan tangannya dan memberikan kiss bye ke arah  fans yang berteriak-teriak namanya dan kemudian langsung membalikkan badan dan meneruskan langkahnya.

Saat melihat SRK membalikkan badan, kami cuma bisa menarik napas “yahhh” …. Pupus deh harapan untuk memberikan langsung plakat ini ke SRK, cuma itu yang ada dipikiran saya.

Tiba tiba, sepersekian detik setelah SRK berjalan beberapa langkah, Ia berhenti, kemudian menoleh kebelakang dan menunjuk ke arah kami dan bilang “Let her…..Let her” seketika 3 bodyguard yang ada dihadapan kami bergeser dan memberikan jalan. Tidak ada penghalang lagi antara kami dan Shah Rukh Khan, ia melangkahkan kakinya menghampiri kami dan kami berlari ke arahnya.

Ya Allah, campur aduk rasanya, dihadapan kami ada sosok orang yang kami idolakan selama ini, dia membiarkan kami mendekat dan kami disambut dengan His Million Dollar Smile nya.#aouuuuuuuuu untung ga pingsan!

Kami merasa sangat spesial, untuk fans hanya kami bertiga yang ada disitu, selebihnya tim SRK dan bodyguard. Tepat dihadapan SRK saya bilang, “We are from Indonesia Sir, and this is from Rukhster Indonesia” sambil menyodorkan plakat yang selama ini menjadi hadiah yang tertunda.

Shah Rukh menerima plakat itu dengan senyum, dan meminta pooja untuk memegang hadiah yg kami berikan. Lalu ia bilang, “Thank you so much”  sambil senyum dan memejamkan matanya – *Ya Allah senyum sambil memejamkan mata!!!, ituuu biasanya kami lihat film-filmnya.

Kemudian ia merentangkan tangannya, dari body language nya berbicara…’hug me’, Ouuu My Goddd! Belum diminta ia sudah memberikan kami kesempatan untuk memeluknya. Seketika itu saya memeluk Shah Rukh dengan erat, teh susi langsung dapat kesempatan mencium pipi shahrukh, bolak balik…..eh balik lagi (3 kali cium bolak balik). Thanks to netty yang udah sempat mengabadikan moment tersebut. Shah Rukh berusaha merangkul kami bertiga, netty sempet pegang tangan Shah Rukh dan mencium pipi kanannya.

Kombinasi yang kami lihat dihadapan kami saat itu membuat kami ‘blank’, gimana ga blank yaa Rukhster, dihadapan kami seorang Shah Rukh Khan, dengan senyumnya ditambah lesung pipitnya dan wanginya yang luarrrr biasa *skrg jadi mikir Shah Rukh itu pakai minyak wangi apa mandi minyak wangi ya?*

Benar-benar moment yang tidak akan pernah kami lupakan. Seorang SUPERSTAR menyambut kami dengan begitu lembut, dengan senyumnya yang tulus, itu membuat kami merasanya nyaman dan merasa sangat diterima. Kami dirangkul dan Shah Rukh meminta salah satu crewnya mengabadikan moment tersebut. Saat itu juga bodyguarnya SRK yang bernama Ravi bertanya mau di foto pakai Hp atau tidak. Ntah kenapa saat itu saya kaya copet, saya langsung jambret handphone nya Nety dan memberikannya ke Ravi. Dengan tangan yang gemetar nety membantu Ravi membuka kamera di hpnya dan kemudian Ravi yang mengabadikan moment tersebut.

Shah Rukh sempat mencium bagian atas kepala saya *Ya Allah, ini lebih dari apa yang saya harapkan.

Untungnya kami masih kuat bertahan untuk berdiri, setelah sesi foto saya bilang “Thank you so much sir….thank you so much”, lalu dengan rendah hatinya, Shah Rukh membungkukkan badan dan meletakan tangan di dadanya “Thank You so much for coming, thank you”. *ouhhh so sweet!!!!

Masya Allah, Shah Rukh benar-benar tahu gimana cara memperlakukan orang yang ada disekitarnya,, dia itu SuperStar tapi sama sekali tidak bertingkah layaknya orang besar.

Pertemuan selesai, Shah Rukh dan timnya beserta bodyguard melanjutkan jalan menuju lift. Lalu kami??? Ha ha ha Kami loncat-loncat ga jelas, “yeayyy we did it! We did it!”  berteriak sambil berpelukan. Kami jalan menuju lobby sambil senyum lebar dan ngebayangin kalau kita baru aja ada dipelukan si “Super STYLISH KinG KhaN With his Million Dollar Smile!!!” Disitu teh susi baru menangis tersedu-sedu, pastinya air mata bahagia ya teh? mimpinya menjadi kenyataan. Ya……Mimpi kami menjadi kenyataan. 🙂

Sebenarnya ada sedikit percakapan antara SRK dan kami saat itu, tapi terus terang saya tidak inget sama sekali apa yang Shah Rukh tanya dan apa yang saya jawab. #blank

Bahkan setelah pertemuan selesai saya bertanya-tanya apa yang membuat Shah Rukh membalikkan badan saat itu yang kemudian mengizinkan kami untuk mendekat.

Kenapa tiba-tiba SRK menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah kami?

Akhirnya saya tahu dari Nety, dia bilang sesaat setelah SRK membalikan badan untuk meneruskan langkahnya saat itu saya berteriak, “We are from Indonesia Sir”  karena itu Shah Rukh Khan tiba-tiba menghentikan langkahnya, membalikkan badan dan meminta bodyguard untuk membiarkan kami mendekat..

Honestly, sampai detik ini, saya tetap tidak merasa ataupun ingat kalau saya berteriak seperti itu. Saya lakukan itu diluar kesadaran saya.

If there’s hope, there’s will …. Misi kami berhasil Rukhster, kami menyampaikan amanat yang kalian titipkan….langsung ke tangan Shah Rukh Khan. Ternyata misi-misi gagal sebelumnya itu terjadi karena Allah telah menyiapkan sesuatu yang indah buat kami. Sepanjang malam kami hanya tersenyum dan merasakan wanginya SRK yang rasanya menempel di hidung. Terima kasih atas takdir baiknya Ya Allah.

Hari kedua di Malaysia, kami terbangun setelah tidur kira-kira 4 jam. Walau singkat, tapi rasanya kami  sudah cukup istirahat malam itu.. Hmmm….dapat energy baru rasanya, bangun tidur langsung bersiap dan cari sarapan, karena selama misi pengejaran kita cuma baru makan sekali . Setelah sarapan, kami kembali ke Hotel dan di lobby sudah ada 3 fans asal New Zealand, dari mereka kami tahu kalau SRK sempat turun dan sarapan di Ground Floor, tempat kami menunggu saat itu. Di lobby kami pasang kuping untuk mencari tahu jam berapa SRK akan turun dan bersiap ke konser. Ada yang bilang SRK akan turun jam 1 siang, ada juga informasi yang kami dapat kalau SRK akan jalan ke Stadium Merdeka untuk rehearsal pukul 2 siang. Reheasal lagi? Padahal malam sebelumnya SRK sudah melakukan latihan, sampai sampai pulang ke hotel dalam keadaan kaki pincang. Kondisi SRK memang belum fit, saat tiba di Kuala Lumpur SRK masih terlihat menggunakan tongkat, tapi seperti kami bilang sebelumnya apapun ia lakukan untuk fans nya, dia akan tahan rasa sakitnya demi tidak mengecewakan penggemarnya dan demi profesionalisme yang ia anut selama ini. # We are proud of you sir!

Hari semakin siang, semakin banyak fans yang datang dan menunggu di lobby. Kali ini saya tidak bisa menghitung jumlahnya, karena sudah banyak sekali yang berada disana. Tidak hanya fans asal Malaysia atau keturunan India yang tinggal di Malaysia, tapi ada banyak fans juga yang datang dari luar. Selain kami yang datang dari Indonesia, ada juga yang dari Sri Lanka, Pakistan, New Zealand, bahkan Jepang. Mereka terlihat siap memegang pulpen dan kertas untuk meminta tanda tangan, kamera bahkan poster SRK.

Siang itu kami hanya melihat lalu lalang crew temptation membawa barang keperluan konser. Ada pakaian, bunga bahkan mesin jahit . Kami tetap berdiri di lobby walau info yang kami dapat makin ga jelas. Setiap melihat segerombolan bodyguard (asal Malaysia) lewat, kami langsung siap-siap mencari posisi yang tepat supaya mendapat gambar Shah Rukh yang jelas. Salah satu securitynya bertanya, “belum puaskah kemarin berjumpe dengan Shah Rukh?” ha ha…… Securitynya ternyata masih ingat wajah-wajah kami.

Kami melihat beberapa kali Pooja, Raj dan Arun beserta tim srk lainnya berada di lobby, mereka tampaknya sedang mempersiapkan sesuatu. Tiba-tiba teriakan fans mulai terdengar, ternyata Madhuri Dixit bersama suaminya keluar dari lift dan beberapa bodyguard mengikuti langkah Madhuri menuju mobil yang sudah siap di depan lobby. Fans berlari mengejar Madhuri yang saat itu jalan cukup cepat, akhirnya beberapa fans berhasil mendapatkan tanda tangan saat sang aktris sudah berada dalam mobil.

Kami sih rasanya sudah tidak bisa beranjak dari tempat kami berdiri, ‘Shah Rukh’ ‘Shah Rukh’ dan cuma ‘Shah Rukh’ yang ada dipikiran kita saat itu. Tidak lama kemudian, Rani Mukherji yang baru datang sabtu pagi keluar hotel dengan dikawal lebih banyak bodyguard, langsung saja Rani diserbu para fans nya. Rani sempat berhenti dan memberikan tanda tangan, bahkan fans asal Pakistan sempat memberikan bunga kepada Rani.

Ok, Madhuri sudah lewat, Rani juga, lalu dimana Shah Rukh??? Ternyata memang belum waktunya mereka berangkat ke stadium, info mengenai adanya rehearsal di siang hari ternyata tidak benar. Madhuri dan Rani pergi untuk berbelanja siang itu.

“Dimanapun kau berada Shah, kami akan tetap berdiri di lobby”

Pintu lift terbuka, salah seorang dari tim SRK keluar membawa jas yang akan dikenakan SRK untuk konser malam itu. Liat jas nya aja dah deg-deg an  – saat dia berjan dan melewati saya yang sedang bersender di dinding pria yang bernama Subash ini menoleh kea rah saya dan bilang dengan suara perlahan, “he’s going down’ Haaaaaa……saya langsung berdiri tegap, “sebentar lagiii Shah Rukh turun” saya sempat memberi  tahu nety dan teh susi waktu itu. Kenapa Subash menoleh dan cuma bilang ke saya ya? – ho ho ho, lagiii lagiiii masih ada yang mengingat wajah saya karena pertemuan indah sore sebelumnya.

Waktu terus berjalan, tapi Shah Rukh tak kunjung datang, kerumunan orang semakin ramai. Pihak hotel mulai memperketat penjagaan, mereka meminta seluruh fans untuk mengosongkan lobby dan menunggu diluar, karena sudah mengganggu lalu lalang tamu yang menginap disana. Dengan sopan mereka meminta kami untuk berada di luar lobby, kamipun menunggu disana. Salah satu dari petugas hotel yang ada didekat kami ternyata berasal dari Indonesia., kami sempat mengobrol dan memanfaatkan untuk bertanya-tanya mengenai Shah Rukh. Yang pertama kami tanyakan adalah keberadaan dan pintu mana yang akan dilewati SRK. Petugas itu menjadwab, SRK sudah ada di Ground Floor, tepatnya di restoran, “saat ini dia lagi kedatangan tamu”  si petugas menyebutkan nama tamu yang di maksud, seorang Datuk (tapi saya lupa namanya). Datuk datang bersama keluarganya dan bertemu SRK di restoran. Mengenai pintu mana yang akan dilalui SRK, petugas itu bilang dia akan mencari tahu dan melihat di pintu mana mobil yang akan membawa SRK di parkir. Pertugas itu pergi dan tidak lama kembali membawa informasi, kalau SRK akan lewat di pintu utama, pintu dimana saya berdiri saat itu. Security hotel mulai memasang pembatas jalan, mereka berpesan agar kami tidak berdiri melalui pembatas itu.

Jam sudah menunjukan pukul 16.30 waktu Malaysia. Shah Rukh belum keluar juga dari hotel, makin lama jumlah fans semakin berkurang,….. “lah kok makin sepi ya….?”  Saya bertanya-tanya dalam hati, di depan lobby tinggal saya, teh susi dan dua orang asal  Jepang. Akhirnya saya putuskan untuk kembali masuk ke lobby menghampiri Nety yang sedang duduk di dalam. Saat saya lagi berbicara dengan kedua sahabat saya ini, seorang petugas hotel keturunan India menghampiri kami, “kalian tunggu Shah Rukh ? Shah Rukh akan keluar pintu belakang, semua fans sudah ada disana” jelas si petugas.

OOOLaLaaaa…….jadi semua fans yang berkumpul di lobby utama tadi sudah dibelakang toooh!!! Ihh ga bilang-bilang! kami langsung lari ke bagian samping hotel, dan benar saja…semua fans yang tadi berkumpul di lobby sudah pindah tempat. Dua mobil telah diparkir di depan pintu dalam kondisi menyalah, kami semua berkumpul di parkiran, karena terlambat saya ada di posisi paling belakang. Hawa panas yang ditimbulkan dari mobil yang cukup mengganggu dan membuat mata saya terasa perih, ditambah lagi cuaca yang cukup panas. Seluruh fans mulai meneriakkan nama SRK, saya sudah siap untuk merekam situasi saat itu, Saya akan klik tombol record begitu SRK keluar nanti. Semua sudah siap, dan beberapa menit kemudian Shah Rukh keluar dengan menggunakan tongkat, berpakaian casual, hoodie dan jeans, kaca mata, plusss rambutnya acak-acakan, berbeda sekali dengan pertemuan kami sebelumnya…. tapi tetap aja ga surut gantengnya  polllll.

Camera!!! On!!! Langsung saya rekam moment itu, berusaha menerobos barisan,  tapi ga ada yang mau minggir , akhirnya saya nekat untuk memanjat tembok yang bagi saya lumayan tinggi (karena ga pernah manjat sebelumnya) supaya mendapatkan rekaman yang lebih jelas. Saat itu pasti semua mata tertuju ke SRK, ga akan ada yang memperhatikan saya memanjat. Rekaman yang saya ambil sempat terlihat kaya lagi gempa.…..lol *harap di maklum ya Rukhster, saya ga matiin rekamannya waktu itu.

Sampailah saya di kerumunan orang yang berada di atas, saya berusaha menyelinap kedepan, dan berhasilll……berhasillll…… (*dora mode on!) Dan seketika saya sudah berada didepan SRK. Tangan memang pegang kamera, tapi mata ga bisa beralih dari sosok orang yang ada di depan saya waktu itu. Saya ga bisa berteriak, saya ga bisa minta apapun lagi setelah kesempatan yang ia berikan hari sebelumnya. Saya hanya menikmati apa yang saya lihat waktu itu.

Saya makin kagum dengan Shah Rukh, my love for him grows stronger day by day. Saat itu kondisi Shah Rukh lagi kurang fit, masih menggunakan tongkat untuk berjalan, tapi dengan sabar dan senyum ia melayani fans-fansnya yang histeris, memberikan tanda tangan, bahkan menyalami mereka. Saya terus mengikuti langkah kemana SRK berjalan, keluarga Datuk ikut menghantarkan SRK sampai ke mobil, satu persatu dari mereka  mendapat pelukan SRK. Setelah berpamitan kepada Datuk, Shah Rukh memasuki mobil dan melaju ke Stadium Merdeka.

> Ini link rekamannya Rukhster : http://www.youtube.com/watch?v=q9yRcAuBQ5g&list=UUzI7tOPMNIQrZBPJWjX9I2Q&feature=c4-overview

Setelah selesai merekam moment itu, kami langsung lari kembali ke lobby. Mengambil koper dari penitipan barang dan langsung bergegas mencari taxi untuk menuju hotel selanjutnya. Petugas hotel membantu kami membawakan tas, salah satu bodyguard SRK (org Malaysia) juga membantu kami mencarikan taxi bahkan ada seseorang juga yang berusaha menjelaskan lokasi hotel tempat kami menginap kepada supir taxi. Alhamdulillah selama disana kami bertemu dengan orang-orang yang baik  Bahkan saat taxi yang kita tumpangi melaju, kami melihat mereka melambaikan tangannya.

Empat puluh lima menit sebelum konser kami masih berada di dalam taxi, untungnya jarak antara Ritz Carlton dan hotel selanjutnya tidak terlalu jauh dan tidak macet. Sesampainya di hotel kami segera Check in dan langsung naik ke kamar, menyiapkan tiket konser, ganti kostum (seragam kebanggaan ), dan langsung bergegas ke Stadium Merdeka. Hati berteriak waktu itu “Temptation Reloadeddddd…….we are cominggggggg” .

Karena sudah merasa terlambat, kami mulai mempercepat langkah. Saat mendekati Stadium Merdeka kami melihat antrian mobil yang cukup panjang, dan ternyata setelah memasuki area stadium antrian penonton konser untuk zona Bronze dan Blue ga kalah panjangnya. Kami mengikuti petunjuk jalan untuk zona Gold dan Platinum, sebelum pintu masuk ada counter yang bertuliskan International Visitor. Untuk penonton yang berasal dari luar Malaysia, kita diharapkan untuk mengisi formulir. Setelah mengisi formulir, kami bertiga mendapatkan semacam koin yang bertuliskan 10RM. “Asiiikk…..kita bisa jajan di dalam stadium “ Koin ini bisa ditukarkan minuman atau snack disalah satu corner di dalam stadium. Lumayan kan Rukhster (10 Rm itu sekitar Rp. 36.500)

Akhirnya kami berada diantrian masuk di zona Gold. Penuh, sesak tapi sangat disiplin, tidak ada yang berdesak-desakan apalagi nyerobot antrian. Semuanya tenang menunggu gilirannya. Maaf sekali jika saya harus mengatakan bahwa panitia di Malaysia jauh lebih baik, lebih sopan dan lebih sigap dalam menangani penonton dibanding panitia saat di konser Sentul. Mungkin sebagian Rukhster masih ingat, gimana panitia konser disini justru dengan tidak sopannya malah balik menyalahkan Shah Rukh atas keterlambatan konser. Di Malaysia konser juga terlambat, tapi ga ada panitia yang teriak-teriak ga jelas. Salut deh untuk panitia dan penonton yang ada disana waktu itu.

Untuk peraturannya hampir sama, penonton tidak diperbolehkan membawa minuman, tapi seingat saya tidak ada larangan untuk membawa kamera professional kedalam area konser. Akhirnya kami masuk, mencari nomor bangku sesuai dengan tiket kami punya. Alhamdulillah, ga terlalu jauh dari panggung, dan posisinya passss banget ditengah.

Konser dimulai pukul 20.15 waktu Malaysia. Pembuka konsernya adalah group penyannyi Bhangra, soundnya??? Brrrrr sampe berasa getarannya di dada. Sekitar 20 menit mereka perform. Oh iya, Royal Family juga menghadiri konser ini, ada Dr. Mahathir Muhammad, sampai ada si cantik Siti Nurhaliza

Setelah opening act tadi, giliran Yoyo Honey Singh yang tampil selama 14 menit. Kemudian dilanjutkan penampilan Rani Mukherji dan Madhuri Dixit.. Dan yang paling ditunggu-tunggu baru keluar sekitar pukul setengah sepuluh. Sontak gemuruh teriakan di dalam stadium menggema dengan begitu kencangnya, merinding saat mendengar teriakan itu. Ya Allah, begitu banyak orang mencintai SRK.

Sebelum perform, SRK menyapa penonton dan meminta maaf kalau penampilannya nanti kurang maksimal karena ia sedang mengalami cidera, tapi ia akan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Setelah menyapa penonton, Shah Rukh Khan dan dancer mulai perform, memang terlihat jelas sekali kalau SRK harus menahan sakit lututnya, gerakannya ga maksimal, ada bagian-bagian gerakan yang tidak bisa SRK lakukan. Walau cidera, saya tidak melihat ada beban di diri SRK. Ia terus menari menari, melakukan gerakan semampunya, sampai pada akhir lagu para dancer harus membantunya untuk menuruni anak tangga. Haaaa sedih banget liatnya, sebegitunya ia menahan rasa sakit demi penonton dan fans nya yang ada disana.

Seperti konser-konser sebelumnya pasti ada fans yang beruntung karena dipanggil naik ke stage bersama SRK. Setelah bertarung dengan Teh Susie di bawah panggung, akhirnya malam itu menjadi malam yang special buat Aisha. Saat memilih Aisha untuk naik kepanggung, SRK sempat bertanya kepada teh Susie,

“what’s ur name? ”
“where are you from?
Waktu itu Shah Rukh sepertinya tidak mendengar apa yang teh Susie jawab. Tapiiiii, kemungkinan SRK masih ingat pertemuan sore sebelumnya. Ingat siapa orang yang mencium pipinya sampai 3 kali  LOL

Waktu itu Shah Rukh langsung bilang, “I’m sorry pinky from Indonesia, I will call you next” Shah Rukh menyebut teh Susie pinky karena saat itu mengenakan baju warna pink. Kami yang duduk beberapa row di belakang teh susi langsung tertawa, “wahh, nekat juga nih si teteh ampe lari-larian di depan panggung”.

Next, Shah Rukh meminta untuk naik sepasang kekasih ke panggung. Tiba-tiba kami kembali tertawa, karena melihat teh susi mengulangi kenekatannya. Sampai Shah Rukh harus meminta maaf lagi kepada Teh Susi, “I’m sorry pinky from Indonesia, I need couple now, and you don’t have couple” kira-kira seperti itulah yang SRK katakan saat itu.  Lama-lama SRK hafal deh sama si pinky. Lol

Setelah pasangan, ada seorang pria yang beruntung naik ke panggung. Dikesempatan itu ia mengatakan kalau datang bersama istrinya yang sedang hamil 8 bulan. Istrinya adalah fans berat SRK, “I’m her husband, but you are the man”. Pria ini juga meminta kesempatan kepada SRK supaya istrinya bisa naik ke panggung. Tapi Shah Rukh memang terlalu sweet….  dia jawab, “saya yang akan menghampirinya ke bawah”. Lantas wanita yang sedang hamil 8 bulan itu langsung berlari kegirangan menuju panggung, sampai-sampai SRK berteriak melalui mikrofonnya “please be careful, don’t run … don’t run”. Lagi-lagi karena kakinya sakit, Shah Rukh harus meminta bantuan untuk turun ke panggung. Sesampainya di bawah ia memeluk wanita hamil itu dan meminta izin untuk mencium perutnya.…….. *auu so sweet

Perform selanjutnya adalah Lungi Dance bersama Yoyo Honey Sing, ga ada kata lain selain “Kereeeeen!” semua orang bergoyang dibangkunya masing-masing. Selain Yoyo juga ada penampilan Arijit Singh yang luar biasa, semua penonton ikut bernyanyi saat ia membawakan lagu Tum Hi Ho dan beberapa lagu lainnya.

Waktu menunjukkan hampir pukul 12 malam, konser ditutup dengan penampilan SRK, Rani dan Madhuri. Konser berlangsung selama 4 jam, ga ada celah untuk konser ini, kerenn!! Puas nontonnya

Sebenarnya, konsep konser Temptation Reloaded ini hampir sama dengan konser yang di Jakarta. Hanya saja kemasannya yang berbeda, lebih bagus pastinya. Lasernya lebih keren, dancernya juga dari group baru, sama deh seperti konser Access All Areas beberapa waktu lalu di Dubai, Auckland dan Australia. Setelah dipikir-pikir, Konser di Indonesia ternyata ada kelebihannya, yaitu terletak pada penontonnya, bukan dari jumlah penontonnya ya Rukhster tapi penonton Indonesia lebih ekspresif dibandingkan penonton di Malaysia. #Horeeee

Dan yang lebih keren konser ini di dukung oleh Kementrian Pariwisata Malaysia, lalu kami disana ga liat tuh banner-banner atau poster iklan sponsor dimana-mana (lagi2 ga kaya disini, sampai harus nge-dubbing promo konser SRK menjadi iklan Bejo! Arghh, please deh! ). Logo sponsor terlihat pada tempatnya, saat press con, dan saat meet & greet.

Seusai konser sebagian penonton tidak langsung pulang, mereka tetap berdiri di samping panggung menunggu dan berharap SRK akan keluar lagi. Dari sisi kanan panggung kita bisa melihat tenda-tenda berwarna putih yang dipenuhi banyak orang, saat itu sedang berlangsung meet and greet. Dari sekian ribu penonton, ada enam orang penonton yang beruntung mendapatkan kesempatan meet n greet bersama SRK dan artis lainnya. Selain itu dari Royal Family juga berkesempatan untuk berfoto bersama SRK. Petugas sudah membunyikan priwitannya untuk membubarkan penonton yang masih bertahan area lapangan, termasuk kami  Moment yang paling kami ingat waktu itu, tingkah-tingkah konyol fans yang bernyanyi, berteriak dan memanggil panitia setiap kali lewat di depan mereka. Persis kaya Rukhster waktu di Sentul  nyanyi… om….buka om…..

Panitia menjelaskan kalau SRK sudah tidak ada di dalam tenda, acara meet n greet telah berakhir, tapi fans yang ada di sana masih tidak percaya, sampai pada akhirnya panitia meminta salah seorang dari penggemar menjadi perwakilan untuk masuk ke dalam tenda dan melihat sendiri apakah SRK dan tim masih ada di dalam atau tidak. Ternyata memang Shah Rukh Khan sudah keluar dari pintu belakang dan langsung menuju hotel untuk istirahat. Akhirnya fans bubar, kami keluar Stadium Merdeka dan kembali ke hotel sekitar pukul setengah dua malam.

Hari ketiga  kami manfaatkan untuk berjalan-jalan. Sebenarnya saat itu SRK masih berada di Kuala Lumpur, tapi dia sudah tidak bisa dijumpai oleh fansnya. Pukul 3 sore Shahrukh  mengunjungi kediaman Dr. Mahathir Muhammad, dan kemudian kembali ke Mumbai hari minggu pukul 8 malam.

Perjalanan yang sangat menyenangkan Rukhster, kami mendapatkan lebih dari yang apa kami bayangkan dan harapkan. A Momet ‘We will never forget”

RC 2014